Lewati ke konten
Iklan
Iklan header
Iklan
Iklan kiri
Iklan
Iklan kanan

Warga Idanoi Berterima Kasih, Jalan Tetehosi-Sisobandrao Akhirnya Diaspal

Bagikan

Amatinews.com, Gunungsitoli – Masyarakat di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan pembangunan jalan yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2026.

Warga menilai pembangunan tersebut merupakan kebutuhan yang sudah lama dinantikan dan sangat bermanfaat bagi aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Polres Nias Gelar Ops Patuh Toba 2026, Edukasi Pengendara Utamakan Keselamatan

Adapun proyek yang dimaksud adalah penanganan Long Segment ruas Tetehosi I – Sisobandrao, Desa Siwalubanua I – Desa Hilihambawa, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi.

Iklan
Iklan dalam artikel

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan itu berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan nilai kontrak sebesar Rp3.363.787.000

termasuk pajak, dengan tanggal kontrak 14 Juli 2026. Pelaksana pekerjaan tercantum CV. TINUS PUTRA,  sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tercantum Ir. Wira Agusman Halawa, ST.

Salah seorang warga Desa Siwalubanua I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli,  menyampaikan apresiasinya secara terbuka atas pembangunan jalan tersebut.

“Kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih atas pembangunan jalan ini. Sudah lama kami menunggu pembangunan jalan yang bagus. Sekarang pekerjaan berjalan, kami senang, kami dukung,” ujar warga, Jum’at (06/11/2026)

Warga menegaskan, selama pekerjaan berlangsung, masyarakat justru ikut mendukung dengan memberikan ruang bagi pekerja untuk bekerja, termasuk saat pekerjaan dilakukan hingga malam hari demi mempercepat penyelesaian.

Terkait pemberitaan sebelumnya yang menyebut ada masyarakat yang terganggu karena pengaspalan di malam hari, warga mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. Mereka meminta kejelasan, siapa masyarakat yang dimaksud merasa terganggu itu.

“Soal berita sebelumnya yang menyampaikan ada masyarakat terganggu karena pengaspalan malam hari, kami bertanya, siapa masyarakat itu? Kami di sini justru senang jalan dikerjakan, siang atau malam kami dukung saja,” tegasnya.

Warga berharap, jangan sampai ada pihak yang mengatasnamakan warga Idanoi, padahal masyarakat di lapangan justru mendukung dan berterima kasih atas pembangunan tersebut.

“Jangan mengatasnamakan warga kalau hanya yang dikarang-karang saja. Kalau memang ada yang terganggu, sebutkan siapa dan dari desa mana. Jangan buat seolah-olah semua warga menolak, padahal kami di sini mendukung penuh,” terangnya.

Sementara itu Ketua BPD Siwalubanua I, Ama Citra Gea, menyampaikan  penjelasan penting yang perlu diluruskan kepada publik soal pekerjaan yang dilakukan dimalam hari. Dikatakannya, pelaksanaan pekerjaan hingga malam hari sebagaimana dalam pemberitaan disalah satu media Online akhir-akhir ini,  bukanlah jadwal kerja malam yang direncanakan, melainkan untuk menghabiskan bahan material aspal yang sudah terlanjur sampai di lapangan.

“Perlu kami jelaskan, pekerjaan malam itu bukan tujuan dibuat waktu kerja malam. Tapi karena bahan material aspal sudah sampai di lapangan, jadi harus dihabiskan. Kalau tidak dihabiskan, aspal akan dingin dan tidak bisa dipakai lagi, justru kualitasnya yang rusak,” jelasnya.

Menurutnya, jika aspal yang sudah datang tidak segera dihamparkan, maka material tersebut akan terbuang sia-sia dan merugikan pekerjaan. Oleh karena itu, pelaksana memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan hingga aspal habis demi menjaga kualitas pengaspalan.

“Jadi bukan sengaja mau kerja malam-malam. Itu karena sayang bahan sudah datang dan harus diselesaikan malam itu, ” ujarnya.

Ama Citra Gea juga menegaskan bahwa terkait pengaspalan tersebut, pihaknya sebagai Ketua BPD bersama Kepala Desa Siwalubanua I, sudah menyampaikan melalui musyawarah desa kepada warga supaya mendukung dan bersabar untuk melintasi ruas jalan tersebut pada waktu pengaspalan.

“Saya bersama Kepala Desa sudah menyampaikan di musyawarah desa, supaya kami mendukung dan bersabar saat jalan diaspal. Jadi kami semua warga sudah sepakat mendukung saat itu, ” jelasnya.

Disampaikannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pengaspalan, warga untuk sementara dianjurkan untuk melewati jalan alternatif.

“Untuk sementara warga dianjurkan untuk melewati jalan alternatif dari Desa Hiliweto Idanoi menuju Desa Siwalubanua I, Dusun I. Karena jalur alternatif tersebut dinilai lebih aman bagi warga maupun bagi pekerja, sehingga pekerjaan pengaspalan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat, ” tambahnya.

Ama Citra Gea juga menyampaikan bahwa ianya pengen mengetahui siapa masyarakat yang disebut terganggu itu dalam pemberitaan disalah satu media Online?

“Saya berharap jangan mengatas namakan warga, karena seluruh warga Desa Siwalubanua I dan sekitarnya mendukung pembangunan tersebut dan tidak ada yang merasa terganggu, ” tegasnya Ama Citra Gea, mengakhiri.

 

Iklan
Iklan setelah artikel

Tinggalkan komentar