Ketahui Tentang Penyakit Bayi Kuning, Penyebab Dan Penanganannya

Pernahkah anda mendengar istilah Bayi Kuning ? Apakah ini berarti bayi menjadi berwarna kuning ? Memang benar. Bayi kuning adalah penyakit yang dianggap wajar dan normal untuk bayi yang baru lahir. Namun sebenarnya, kondisi ini juga perlu diwaspadai, mengpa demikian ? Yuk simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Bayi Kuning

Dalam istilah medis atau kedokteran, bayi kuning disebut juga dengan ikterus. Istilah lain untuk penyakit Bayi Kuning juga sering disebut dengan hiperbilirubinemia. Penamaan istilah ini tentu saja ada sebab yang terkait dengan kondisi tersebut. Namun devinisi Bayi Kuning secara umum adalah satu kondisi dimana bayi baru lahir nampak kuning, kulit dan juga mata.

Penyebab Bayi Kuning

Mengapa bisa terjadi penyakit Bayi Kuning pada bayi bari lahir ? Terkait dengan hal ini ada dua macam jenis bayi kuning yaitu bersifat fisiologis dan patologis. Hal ini akan kita bahas secara detail nanti. Pada intinya, Bayi Kuning disebabkan karena faktor peningkatan kadar bilirubin dalam tubuh bayi. Oleh sebab itu, tadi kita kenal istilah lain dari bayi kuning yaitu hiperbilirubinemia yang bermakna kelebihan kadar bilirubin.

Apakah Bayi Kuning berbahaya ?

Hal ini terkait dengan jenis Bayi Kuning dan penyebabnya. Sudah sedikit kita singgung diatas, bahwa terdapat dua macam bayi kuning dimana yang satu berbahaya dan yang satu lagi dianggap sebagai hal yang wajar dan akan hilang dalam beberapa hari kedepan.

Bayi Kuning Fisiologis

Dalam kondisi normal, sel – sel darah merah dalam tubuh akan memecah. Dari hasil pecahan tersebut diperoleh “sampah”. Sampah ini kemudian disebut dengan bilirubin indirek. Siklus ini seharusnya dilanjutkan dengan pemrosesan bilirubin inderek menjadi bilirubin direk yang kemudian dibuang bersama kotoran.

Pada saat dalam kandungan, Bilirubin indirek dari tubuh bayi dibuang melalui plasenta menuju ke organ hati si ibu untuk kemudian diproses menjadi bilirubin direk yang selanjutnya dibuang bersama kotoran.

Ketika bayi lahir, sudah tidak ada lagi plasenta, sehingga mau tidak mau, bayi harus mengolah sendiri bilirubin indirek nya dalam organ hati. Namun karena kematangan organ hati si bayi belum sempurna, akhirnya membuat proses ini menjadi lambat yang mengakibatkan penumpukan kadar builirubin. Jika telah melebihi 5 mg/dl biasanya akan mulai terlihat penampakkan kuning pada kulit bayi.

Berapa lama bayi kuning seperti ini terjadi ? Ciri bayi kuning seperti ini adalah bayi kuning yang normal atau fisiologis. Dan umumnya kuning akan hilang setelah organ hati benar – benar matang yakni sekitar tiga hingga empat hari setelah lahir. Saat itu organ hati sudah sempurna dan berfungsi untuk memproses bilirubin indirek menjadi bilirubin direk secara normal.

Bayi Kuning Patologis

Di sisi lain, kondisi bayi kuning bisa menjadi kewaspadaan dan bahaya yang cukup serius. Yakni apabila bayi kuning berdasarkan dari penyebab patologis. Dalam situasi ini bilirubin indirek dapat menembus ke otak dan mempengaruhi perkembangan si bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Berikut ini beberapa penyebab bayi kuning patologis yang berbahaya.

  • Terdapat infeksi bakteri atau virus
  • Breast Milk jaundice
  • Trauma saat lahir
  • Kondisi abnormal pada bentuk sel darah merah
  • Dan masih ada beberapa penyebab lainnya

Ciri – Ciri  Bayi Kuning Yang Berbahaya

Untuk memudahkan kita dalam membedakan bagaimana bayi kuning normal atau bersifat fisiologis dan bayi kuning yang berbahaya. Berikut ini bebrapa ciri atau tanda bayi kuning yang perlu diwaspadai.

  • Bayi kuning terjadi dalam waktu 24 jam bayi terlahir
  • Kuning tidak hilang selama dua minggu atau lebih
  • Kondisi bayi kelihatan sakit, lemas dantidak mau minum serta kegiatan lainnya
  • Memiliki riawayat penyakit liver (hati) dalam anggota keluarga

Cara Penanganan Bayi Kuning

Di sinilah peranan penting petugas medis dan unit layanan kesehatan, khususnya untuk kasus – kasus bayi baru lahir. Terdapat dua macam cara penanganan terhadp Bayi Kuning yang sering dilakukan di rumah sakit atau klinik.

1. Terapi Blue Light Phototherapy

penyakit bayi kuning

Cara mengatasi atau menangani bayi kuning pertama yaitu dengan melakukan penyinaran dengan menggunakan alat yang dikenal dengan lampu fototerapi bayi kuning. Tubuh bayi dalam keadaan terlentang dan mata bayi ditutup, kemudian sinar diberikan selama 24 jam atau hingga kadar bilirubin dalam tubuh bayi kembali normal. Fungsi lampu ini adalah untuk membantu proses pembuangna bilirubin dalam darah.

2. Tranfusi Tukar

Bila cara pertama belum juga bisa mengatasi kondisi ini, maka dilanjutkan atau ditempuh cara ke dua yaitu dengan terapi tranfusi tukar. Hal ini dilakukan dalam kondisi darurat dimana kadar bilirubin dalam darah diatas 20 – 25 mg/dl. Terapi ini dilakukan dengan mengganti darah bayi dengan darah yang segar yang belum mengandung antigen atau antibodi.

Ada pendapat yang beredar di masyarakat, bahwa bayi kuning dapat sembuh dengan sinar matahari. Hal ini memang logis, namun harus ditinjau dan diteliti secara detail, kapan terapi itu dapat dilakukan. Hal ini mengingat matahari memiliki sinar yang berbeda – beda pada setiap waktu, sehingga kapan waktu yang tepat dimana matahari mengeluarkan sinar yang pas seperti sinar dalam lampu fototerapi sehingga dapat difungsikan sebagai alat terapi bayi kuning.