Mengapa Burung Berkicau Di Pagi Hari, Ini Dia Sebabnya

Sonic Bloom adalah nama atau istilah sebuah teknologi di bidang pertanian dengan metode pemaparan suara pada frekuensi tertentu yang diberikan bersamaan dengan nutrisi pada daun untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Mau tau ceritanya gimana ? Yuk simak pembahasan singkatnya di bawah ini.

Indonesia merupakan satu negeri yang sangat subur. Sampai – sampai ada syair yang mengatakan “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Yah, demikianlah negeri kita tercinta ini. Fitrahnya, tanaman tumbuh di tanah dengan memakan nutrisi yang ada di dalamnya.

Dengan tambahan pupuk, laju pertumbuhan tanaman bisa dipercepat. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi di berbagai bidang, ditemukanlah sebuah cara baru untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dengan menggunakan gelombang suara yang kita kenal dengan istilah “Sonic Bloom”.

 

Di Indonesia, sebenarnya sudah tidak asing lagi, pemain sonic bloom Indonesia memang belum banyak dan bahkah hanya seputar penelitian – penelitian yang diaplikasikan dalam beberapa jenis tanaman. Hasilnya memang significan.

Tahukah anda, sebenarnya darimana teknologi ini ? Dan bagaimana cara kerja serta pengaplikasiannya ? Yuk kita lanjutkan pembahasannya.

Di sekitar tahun 1950an seorang bernama Dan Carlson (Amerika Serikat) memiliki keinginan untuk mengkaji tentang fisiologi tumbuhan yang dipicu oleh adanya gagasan bahwa gelombang suara bisa membantu proses penyerapan nutrisi atau zat makanan lebih cepat.

Konon, penelitian dilakukan di Universitas Minnesota dibantu oleh seorang teknisi audio berhasil menemukan frekuensi gelombang yang diduga mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman lebih cepat. Tahukah anda ternyata suara tersebut mendekati dan bahkan serupa dengan frekuensi suara burung yang berkicau di pagi hari.

Lalu bagaimana teknologi Sonic Bloom ini bisa bekerja ?

Sonic Bloom adalah audio yang didesain pada frekuensi 3500 Hz hingga 5000 Hz. Kalau anda dengar, suaranya hampir menyerupai suara burung bersiul di pagi hari. Hanya saja, ini dibuat continue dengan teknologi audio generator.

Tanaman memiliki daun yang setiap incinya terdapat ribuan pori – pori kecil yang disebut stomata. Sejak di sekolah kita sudah mengetahui mengapa daun memiliki stomata. Fungsinya yaitu untuk menyerap zat makanan dan gas lain untuk kebutuhan fotosintesis.

Secara umum, mulut daun akan membuka dan menyerap nutrisi di pagi hari ketika embun – embun menempel di daun. Ini adalah kondisi alamiah yang pasti dilakukan oleh dedaunan.

Selain dengan menggunakan stimulus gelombang suara dengan frekuensi tersebut, diberikan juga semacam nutrisi atau pupuk daun yang awalnya oleh Dan Carlson membutnya dari extrak rumput laut. Nutrisi ini diberikan bersamaan dengan pemberian gelombang suara dalam waktu tertentu dengan durasi tertentu.

Gelombang suara pada frekuensi tersebut ternyata bisa merangsang pembukaan stomata daun lebih lebar, bersamaan dengan itu pemberian nutrisi melalui pupuk daun yang disemprotkan akan menambah penetrasi nutrisi yang diserap oleh tumbuh – tumbuhan. Secara otomatis, perkembangan tanaman juga akan meningkat dan semakin cepat.

Di Indonesia, sudah banyak yang mengaplikasikan teknologi ini, baik secara langsung oleh petani, atau berbagai penelitian di Perguruan tinggi yang ada dengan hasil yang significan berdasarkan data – data yang diperoleh.

Apakah anda penasaran seperti apa suara sonicbloom ini ? Yang pasti bisa kita simpulkan bahwa sonic bloom adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan gelombang suara pada frekuensi tertentu untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Dan kita sadari bersama, teknologi ini bukanlah hal yang ajaib. Coba anda pikir, mengapa suara burung hampir selalu bisa kita dengar sejak pagi hari ? itulah manfaatnya, tidaklah Tuhan menciptakan semua ini dengan sia – sia.

“…. Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia. Maha suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka. (Ali Imran – 191)

Semoga bermanfaat.

Lihat juga yang tidak kalah menarik : Makanan yang menurunkan kadar kolesterol darah

Leave a Reply